Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan mahasiswa berkualitas tinggi. Pada kesempatan kali ini, dua mahasiswa dari kampus yang terletak di Jalan Sultan Qaimuddin, Kendari ini berhasil meraih prestasi gemilang dengan menjadi juara pertama dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Jakarta, pada tanggal 25 Maret 2026 lalu.
Prestasi membanggakan ini diraih oleh pasangan mahasiswa bernama Riska Septiana, mahasiswa program studi Teknik Informatika semester enam, dan Muhamad Fajar Ramadhan, mahasiswa program studi Rekayasa Perangkat Lunak semester lima. Kedua mahasiswa ini berhasil mengalahkan lebih dari 200 tim yang berasal dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di seluruh Indonesia dengan inovasi teknologi mereka yang bertajuk “EchoFarm: Sistem Manajemen Pertanian Berkelanjutan Berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI)”.
Pencapaian luar biasa ini menunjukkan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari, meski masih relatif muda dalam perkembangannya, telah mampu bersaing dengan institusi pendidikan ternama di tingkat nasional. Unit Prestasi Mahasiswa (UPM) Universitas Muhammadiyah Kendari, yang menjadi koordinator dan pembimbing mahasiswa dalam berbagai kompetisi, menjadi salah satu pilar penting dalam kesuksesan ini.
Inovasi yang Mengubah Industri Pertanian
Produk inovasi yang dikembangkan Riska dan Fajar ini dirancang khusus untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh para petani Indonesia, terutama mereka yang berlokasi di daerah-daerah terpencil. EchoFarm memanfaatkan teknologi IoT untuk mengumpulkan data real-time mengenai kondisi tanah, kelembaban, suhu, dan intensitas cahaya. Data-data tersebut kemudian dianalisis menggunakan algoritma machine learning untuk memberikan rekomendasi otomatis kepada petani mengenai waktu irigasi yang tepat, pemupukan, dan pengendalian hama.
“Inovasi kami dirancang dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan ekonomi petani Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa teknologi tidak hanya canggih, tetapi juga terjangkau dan mudah digunakan oleh kalangan petani yang mayoritas memiliki pendidikan terbatas,” ujar Riska Septiana dalam wawancara eksklusif di ruang Unit Prestasi Mahasiswa, Senin (02 April 2026) kemarin.
Sementara itu, Fajar Ramadhan menambahkan bahwa keunggulan kompetitif produk mereka terletak pada aspek keberlanjutan lingkungan. “Dengan mengoptimalkan penggunaan air dan pupuk melalui AI, sistem kami dapat mengurangi waste hingga 40 persen. Ini sangat penting mengingat krisis air menjadi tantangan serius di banyak daerah pertanian Indonesia,” jelasnya dengan penuh antusiasme.
Para hakim kompetisi yang terdiri dari para ahli dari industri teknologi, akademisi terkemuka, dan perwakilan Kemendikbudristek memberikan penilaian tertinggi untuk aspek orisinalitas, implementasi teknis, dan potensi komersial dari EchoFarm. Juri menekankan bahwa inovasi ini tidak hanya memiliki nilai akademis yang tinggi, tetapi juga dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat luas.
Perjalanan Panjang Menuju Kesuksesan
Perjalanan Riska dan Fajar menuju puncak prestasi ini dimulai sekitar delapan bulan sebelumnya. Kedua mahasiswa ini adalah peserta aktif dalam program akselerator startup yang diselenggarakan oleh Unit Prestasi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari. Program ini dirancang untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan mendampingi mahasiswa-mahasiswa berbakat yang memiliki ide-ide inovatif.
Unit Prestasi Mahasiswa sendiri merupakan lembaga di bawah kendali rektorat yang bertugas untuk mengembangkan potensi mahasiswa di berbagai bidang, mulai dari akademik, olahraga, seni, hingga kompetisi ilmiah. Lembaga ini dilengkapi dengan fasilitas modern, termasuk laboratorium komputer, ruang kerja kolaboratif, dan akses ke berbagai platform pembelajaran online internasional.
“Ketika Riska dan Fajar pertama kali datang ke UPM dengan ide mereka, saya melihat potensi luar biasa. Kedua mahasiswa ini memiliki kombinasi sempurna antara passion, kemampuan teknis yang solid, dan pemahaman mendalam tentang permasalahan sosial. Tugas kami adalah memberikan dukungan penuh agar ide mereka dapat terwujud dengan sempurna,” cerita Drs. Bambang Sutrisno, M.Kom., Kepala Unit Prestasi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, yang dikonfirmasi pada tanggal yang sama.
Dalam proses pengembangan produk, Riska dan Fajar mendapatkan mentoring dari para dosen spesialis di bidang AI dan IoT. Mereka juga melakukan riset lapangan langsung ke beberapa wilayah pertanian di Sulawesi Tenggara untuk memahami kebutuhan nyata dari para petani. Pendekatan user-centric ini menjadi kunci dalam menciptakan solusi yang tidak hanya teknologi tinggi, tetapi juga praktis dan relevan.
“Kami melakukan lima kali perjalanan ke lapangan, mengunjungi petani-petani di Konawe, Kolaka, dan Kendari untuk mengumpulkan data dan feedback. Setiap kali ada feedback dari petani, kami langsung melakukan iterasi pada produk kami,” catatan Fajar yang menunjukkan dedikasi tinggi terhadap proyek mereka.
Ucapan Syukur dan Komitmen Universitas
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muhammad Iqbal, S.H., M.Hum., mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi yang telah diraih oleh kedua mahasiswanya tersebut. “Pencapaian ini bukan hanya milik Riska dan Fajar, tetapi juga hasil kerja keras seluruh tim di Unit Prestasi Mahasiswa, dosen pembimbing, dan dukungan dari keluarga mereka. Kami bangga bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari dapat berkontribusi dalam menghasilkan inovator muda yang peduli dengan permasalahan sosial Indonesia,” ujar Prof. Iqbal dalam pernyataan resmi yang kami terima.
Rektor lebih lanjut menekankan bahwa prestasi ini menjadi motivasi bagi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan fasilitas pendukung bagi mahasiswa. “Kami akan terus menginvestasikan sumber daya untuk mengembangkan program-program unggulan yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas tinggi dan inovatif. Kolaborasi dengan industri dan institusi penelitian akan kami tingkatkan untuk memastikan mahasiswa kami siap menghadapi tantangan global,” sambung Prof. Iqbal dengan penuh komitmen.
Dampak Positif bagi Ekosistem Kampus
Kemenangan Riska dan Fajar telah menginspirasi mahasiswa-mahasiswa lain di Universitas Muhammadiyah Kendari untuk lebih aktif dalam mengikuti berbagai kompetisi nasional dan internasional. Data dari Unit Prestasi Mahasiswa menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah pendaftar untuk program akselerator startup dan program pembinaan kompetisi lainnya pada semester genap tahun akademik 2025/2026 ini.
“Kami telah menerima lebih dari 50 proposal inovasi baru dari mahasiswa yang terinspirasi oleh kesuksesan Riska dan Fajar. Ini menunjukkan bahwa ekosistem inovasi di kampus kami sedang berkembang dengan pesat,” ungkap Bambang Sutrisno dengan penuh optimisme.
Selain itu, kesuksesan ini juga membuka peluang baru bagi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjalin kerjasama dengan berbagai institusi penelitian dan perusahaan teknologi terkemuka. Beberapa perusahaan telah menunjukkan minat untuk menginvestasikan EchoFarm atau bahkan mempekerjakan Riska dan Fajar sebagai engineer junior.
Pihak kampus juga berencana untuk mengadakan showcase produk EchoFarm kepada para petani, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait untuk mempersiapkan transisi dari fase prototype menuju fase commercialization. “Kami percaya bahwa inovasi ini tidak hanya berhenti di level kompetisi, tetapi harus dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” jelas Bambang Sutrisno.
Penutup: Harapan untuk Masa Depan
Prestasi Riska Septiana dan Muhamad Fajar Ramadhan adalah bukti nyata bahwa mahasiswa Indonesia, baik dari kota besar maupun daerah, memiliki potensi yang sama untuk berinovasi dan berkontribusi pada pembangunan bangsa. Universitas Muhammadiyah Kendari, dengan dukungan penuh dari Unit Prestasi Mahasiswa, telah berhasil menyediakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan potensi mahasiswa ini.
Ke depannya, diharapkan bahwa kesuksesan ini dapat menjadi catalyst untuk lebih banyak inovasi yang lahir dari Kendari, Sulawesi Tenggara, dan seluruh penjuru Indonesia. Dengan terus memperkuat program-program pembinaan dan mentoring, Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk terus menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa entrepreneur dan kepedulian sosial yang tinggi.
Selamat kepada Riska, Fajar, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan luar biasa ini. Semoga prestasi ini menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang dalam membawa perubahan positif bagi masyarakat Indonesia.
—
Diterbitkan: 02 April 2026
Lokasi: Kendari, Sulawesi Tenggara
Reporter: Tim Berita Kampus