KENDARI — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan seluruh organisasi kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kendari menyelenggarakan peluncuran Program Pemberdayaan Masyarakat Terintegrasi (PPMT) pada Jumat, 04 April 2026. Acara yang dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, dan ratusan mahasiswa ini menandai komitmen nyata organisasi mahasiswa dalam berkontribusi aktif bagi pembangunan masyarakat lokal di Sulawesi Tenggara.
Peluncuran program yang mengambil lokasi di Gedung Serbaguna Unit Prestasi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari ini merupakan hasil kolaborasi dari lima organisasi mahasiswa utama, yakni BEM, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) berbagai fakultas, organisasi minat dan bakat, serta unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang tersebar di kampus.
Program yang akan berlangsung selama setahun akademik ini dirancang untuk menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat Kendari, mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan mengutamakan prinsip partisipasi aktif dan berkelanjutan, organisasi mahasiswa berkomitmen untuk menjadi agen perubahan sosial yang bermakna bagi komunitas sekitar.
Latar Belakang Program dan Visi Strategis
Menurut catatan resmi panitia, inisiatif pemberdayaan masyarakat ini lahir dari refleksi mendalam organisasi mahasiswa terhadap peran dan tanggung jawab mereka sebagai bagian dari masyarakat akademik. Selama dua tahun terakhir, organisasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari telah melakukan berbagai kegiatan sosial secara parsial. Namun, dirasa perlu adanya sinergi yang lebih kuat dan program yang lebih terstruktur untuk memberikan dampak yang berkelanjutan.
“Kami menyadari bahwa mahasiswa adalah aset berharga yang memiliki pengetahuan, energi, dan idealisme tinggi. Program ini adalah wujud nyata dari tanggung jawab sosial kami sebagai bagian dari universitas yang berada di tengah-tengah masyarakat Kendari,” ujar Rahmat Hidayat, Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutannya pada acara peluncuran.
Hidayat menambahkan bahwa PPMT dirancang dengan melibatkan seluruh stakeholder internal kampus, mulai dari mahasiswa lintas angkatan, dosen pembimbing, hingga pimpinan universitas. Pendekatan inklusif ini diharapkan dapat menghasilkan program yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga memberikan pengalaman pembelajaran yang berharga bagi para mahasiswa.
Pilar-Pilar Program Pemberdayaan Terintegrasi
Program Pemberdayaan Masyarakat Terintegrasi Universitas Muhammadiyah Kendari dibangun atas lima pilar utama yang telah dirancang secara cermat melalui diskusi intensif selama tiga bulan sebelumnya.
Pilar pertama adalah Program Literasi dan Pendidikan Masyarakat. Dalam hal ini, mahasiswa akan melakukan kegiatan bimbingan belajar gratis untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayah Kendari, khususnya di desa-desa pinggiran. Program ini melibatkan mahasiswa dari HMPS Pendidikan, HMPS Teknik, dan berbagai UKM akademik lainnya untuk memberikan pembelajaran dalam berbagai bidang studi.
Pilar kedua fokus pada Kesehatan dan Kebersihan Masyarakat. Melalui kerjasama dengan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari, mahasiswa akan menyelenggarakan berbagai kegiatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, sosialisasi pola hidup sehat, hingga program kebersihan lingkungan di beberapa lokasi yang menjadi mitra program.
Pilar ketiga merupakan Program Pemberdayaan Ekonomi Lokal. Di sini, mahasiswa akan mendampingi pengrajin lokal dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk meningkatkan kualitas produk dan strategi pemasaran mereka. Program ini melibatkan mahasiswa dari HMPS Manajemen, HMPS Akuntansi, dan organisasi kewirausahaan yang ada di kampus.
Pilar keempat adalah Program Pelestarian Lingkungan dan Keberlanjutan. Mahasiswa akan melakukan kegiatan penghijauan, pembersihan pantai, dan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah yang baik di masyarakat. UKM lingkungan hidup dan HMPS terkait akan menjadi garda terdepan dalam pilar ini.
Pilar kelima dan terakhir adalah Program Pemberdayaan Generasi Muda Lokal. Melalui berbagai workshop, pelatihan keterampilan, dan mentoring, mahasiswa akan membantu generasi muda Kendari untuk mengembangkan potensi diri mereka, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.
Dukungan Penuh dari Pimpinan Universitas
Dalam acara peluncuran, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Usman Harun, M.Pd., memberikan sambutan yang penuh apresiasi terhadap inisiatif organisasi mahasiswa tersebut. Beliau menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam membangun masyarakat yang lebih baik.
“Kehadiran universitas bukan sekadar untuk menghasilkan lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Program Pemberdayaan Masyarakat Terintegrasi ini adalah implementasi nyata dari visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi universitas yang bermakna bagi pembangunan masyarakat,” ungkap Prof. Usman dalam sambutannya.
Rektor juga menjanjikan dukungan penuh dari pihak universitas, baik dalam hal infrastruktur, pendanaan, maupun bimbingan akademik. “Kami akan memfasilitasi sebaik-baiknya sehingga program ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang maksimal,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. H. Muhammad Rizal, S.T., M.T., menyebutkan bahwa program ini sejalan dengan roadmap pengembangan kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kendari. Menurutnya, kegiatan ini akan menjadi bagian integral dari pembelajaran experiential yang diberikan kepada mahasiswa.
“Mahasiswa akan belajar banyak dari interaksi langsung dengan masyarakat. Mereka akan mengembangkan soft skills yang sangat penting, seperti kepemimpinan, komunikasi, manajemen proyek, dan empati sosial. Semua ini tidak dapat diajarkan hanya melalui ruang kelas,” jelas Dr. Muhammad Rizal.
Mekanisme Operasional dan Keterlibatan Mahasiswa
Program Pemberdayaan Masyarakat Terintegrasi akan dijalankan melalui mekanisme yang terstruktur dan transparan. Setiap pilar program akan dipimpin oleh seorang koordinator yang berasal dari organisasi mahasiswa dengan dukungan dosen pembimbing yang ditunjuk oleh universitas.
Menurut Sekretaris BEM, Siti Nurhaliza, S.H., keterlibatan mahasiswa dalam program ini bersifat sukarela namun terukur. Setiap mahasiswa yang berpartisipasi akan mendapatkan sertifikat dan jam kegiatan yang dapat diakui oleh universitas. “Kami juga menyiapkan pelatihan khusus bagi mahasiswa yang akan terlibat, sehingga mereka siap secara mental dan keterampilan sebelum turun ke lapangan,” ujarnya.
Pendanaan untuk program ini berasal dari berbagai sumber, termasuk dari alokasi dana organisasi mahasiswa, CSR perusahaan mitra, sumbangan dari alumni universitas, dan dukungan dari unit-unit di universitas. Sekretaris BEM menegaskan bahwa semua penggunaan dana akan dilaporkan secara transparan kepada mahasiswa dan pihak universitas.
Target Lokasi dan Mitra Program
Fase pertama Program Pemberdayaan Masyarakat Terintegrasi akan difokuskan pada tiga wilayah prioritas di Kendari, yakni Kelurahan Bende, Kelurahan Andi Jemma, dan Kelurahan Wawonii. Pemilihan ketiga lokasi ini didasarkan pada hasil survey kebutuhan sosial yang dilakukan oleh mahasiswa selama dua bulan sebelumnya.
Organisasi mahasiswa juga telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak eksternal, termasuk pemerintah daerah Kendari, kelurahan setempat, organisasi non-pemerintah lokal, dan berbagai UMKM sebagai mitra dalam program ini. “Kolaborasi multi-stakeholder ini penting untuk memastikan keberlanjutan program dan relevansinya dengan kebutuhan lokal,” kata Rahmat Hidayat.
Dampak yang Diharapkan dan Target Capaian
Dalam dokumen proposal resmi, organisasi mahasiswa menetapkan berbagai target capaian yang spesifik dan terukur. Untuk pilar pendidikan, target mencakup pemberian bimbingan belajar kepada minimal 500 anak dari keluarga kurang mampu selama satu tahun akademik. Untuk pilar kesehatan, target meliputi pemeriksaan kesehatan untuk 1000 warga dan sosialisasi kesehatan di 10 lokasi berbeda.
Sementara itu, untuk pilar pemberdayaan ekonomi, organisasi mahasiswa menargetkan pendampingan terhadap minimal 50 UMKM lokal dengan hasil peningkatan omset usaha mereka sebesar rata-rata 20 persen. Program pelestarian lingkungan ditargetkan dapat menanam minimal 5000 pohon dan membersihkan lima lokasi pantai strategis.
Terakhir, untuk program pemberdayaan generasi muda, organisasi mahasiswa berkomitmen menyelenggarakan minimal 20 workshop dan pelatihan keterampilan dengan peserta sebanyak 500 orang generasi muda lokal.
“Target-target ini ambisius, tetapi kami yakin dapat dicapai dengan dedikasi dan kerja keras seluruh organisasi mahasiswa serta dukungan dari universitas dan mitra program,” ujar Ketua BEM dengan penuh optimisme.
Respons Positif dari Komunitas Akademik
Acara peluncuran yang dihadiri oleh sekitar 800 mahasiswa, dosen, dan undangan khusus ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Hadirnya perwakilan dari berbagai fakultas dan organisasi mahasiswa menunjukkan tingginya minat akademik terhadap program ini.
Salah seorang mahasiswa dari Fakultas Teknik, Ardi Pratama, mengungkapkan antusiasmenya untuk ikut terlibat dalam program. “Ini adalah kesempatan bagus untuk saya memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat sambil mengembangkan keterampilan pribadi saya. Saya sudah daftar untuk mengikuti pilar pemberdayaan ekonomi,” katanya dengan semangat.
Sementara itu, seorang dosen dari Fakultas Ilmu Kesehatan, Dr. Sarina Mahmud, M.Kes., memuji inisiatif organisasi mahasiswa ini. “Sebagai pendidik, saya sangat senang melihat mahasiswa dengan kesadaran sosial yang tinggi. Program seperti ini akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Penutup
Program Pemberdayaan Masyarakat Terintegrasi Universitas Muhammadiyah Kendari menandai babak baru dalam peranan organisasi mahasiswa di kampus tersebut. Dengan pendekatan holistik dan kolaboratif, program ini diharapkan dapat memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat Kendari, sekaligus menjadi wadah pembelajaran experiential yang berharga bagi mahasiswa.
Komitmen pimpinan universitas, dukungan dari berbagai stakeholder eksternal, serta antusiasme mahasiswa menciptakan momentum yang positif untuk kesuksesan program ini. Ke depannya, organisasi mahasiswa berencana untuk mengevaluasi program secara berkala dan melakukan penyesuaian sesuai dengan dinamika lapangan yang ada.
Dengan semangat “Dari Kampus untuk Masyarakat”, Universitas Muhammadiyah Kendari melalui organisasi mahasiswanya siap memberikan kontribusi nyata untuk pembangunan berkelanjutan di Kendari.
—
Artikel ditulis pada 04 April 2026
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi BEM Universitas Muhammadiyah Kendari