Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari resmi meluncurkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan pengabdian masyarakat tahun akademik 2026 pada Kamis, 10 April 2026. Program yang melibatkan lebih dari 300 mahasiswa ini akan didistribusikan ke 15 desa di tiga kabupaten sekitar Kendari dengan fokus pemberdayaan ekonomi lokal, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.
Acara peluncuran digelar di Auditorium Utama Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari di Jalan Sultan Hasanuddin, Kendari, yang dihadiri oleh para pimpinan universitas, kepala desa mitra, akademisi, dan ratusan mahasiswa peserta program. Unit Prestasi Mahasiswa (UPM) sebagai koordinator lapangan menunjukkan antusiasme tinggi dalam mempersiapkan pelaksanaan program selama kurang lebih dua bulan ke depan.
Peluncuran program ini merupakan komitmen berkelanjutan Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Dengan menggandeng Unit Prestasi Mahasiswa, universitas berharap dapat meningkatkan kualitas intervensi sosial dan memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan mereka.
“Program KKN dan pengabdian masyarakat kami tahun ini dirancang dengan pendekatan holistik,” ujar Dr. Ir. Hasanuddin Raya, M.Sc., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam pidatonya pada acara peluncuran. “Kami tidak hanya ingin mahasiswa memberikan bantuan, tetapi juga membangun kesadaran kritis terhadap isu-isu sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat lokal. Ini adalah investasi kami untuk menghasilkan lulusan yang tanggap terhadap realitas dan memiliki jiwa pengabdian.”
Rektor Raya menekankan bahwa setiap kelompok KKN telah melalui proses perencanaan yang matang bersama dengan kepala desa dan stakeholder lokal. Tidak ada program yang bersifat top-down, melainkan dirancang berdasarkan kebutuhan riil yang teridentifikasi melalui survei partisipatif.
Distribusi Lokasi dan Program Kerja
Program KKN dan pengabdian masyarakat tahun ini mencakup 15 desa yang tersebar di Kabupaten Kendari (7 desa), Kabupaten Konawe (5 desa), dan Kabupaten Konawe Utara (3 desa). Setiap kelompok terdiri dari 15–20 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari teknik, pertanian, pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi.
Menurut Ketua Unit Prestasi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, Siti Nurhaliza, S.P., M.Si., program tahun ini memiliki tema besar “Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan Berbasis Potensi Lokal.” Setiap desa memiliki program spesifik yang disesuaikan dengan kondisi dan potensi yang ada.
“Kami melakukan survey dua minggu sebelum peluncuran ini,” jelas Nurhaliza dalam sesi tanya jawab setelah acara. “Dari hasil survey, kami menemukan bahwa beberapa desa memiliki potensi pertanian organik yang belum terkelola optimal, beberapa lainnya memiliki potensi pariwisata budaya, dan ada juga yang membutuhkan pendampingan intensif di bidang pendidikan anak-anak.”
Desa Bungalotting di Kabupaten Kendari, misalnya, akan menjadi lokasi program pengembangan kerajinan tangan berbasis limbah plastik. Program ini akan melibatkan ibu-ibu rumah tangga dan difasilitasi oleh mahasiswa jurusan Teknik dan Desain Produk. Target yang ditetapkan adalah menciptakan minimal 50 produk kerajinan yang siap dipasarkan melalui platform digital.
Sementara itu, Desa Sadaruttolalo di Kabupaten Konawe akan menjadi lokasi program pendampingan pertanian organik dan pemberdayaan petani muda. Kelompok mahasiswa dari Fakultas Pertanian akan memberikan pelatihan teknik budidaya sayuran organik, manajemen lahan, dan strategi pemasaran produk pertanian.
“Kami ingin memastikan bahwa setelah program KKN berakhir, masyarakat tidak hanya mendapatkan produk atau layanan semata, tetapi juga transfer pengetahuan dan keterampilan yang bisa mereka kembangkan lebih lanjut,” tambah Nurhaliza dengan penuh semangat.
Persiapan dan Pelatihan Mahasiswa
Sebelum terjun ke lapangan, seluruh peserta KKN telah mengikuti serangkaian pelatihan intensif selama dua minggu. Pelatihan mencakup materi kepemimpinan, komunikasi lintas budaya, metodologi pemberdayaan masyarakat, dan protokol kesehatan. Unit Prestasi Mahasiswa juga memberikan pelatihan teknis sesuai dengan spesifikasi program di masing-masing desa.
Salah seorang mahasiswa peserta KKN, Rifki Danang Pratama dari Fakultas Teknik, mengatakan bahwa pelatihan tersebut sangat bermanfaat untuk mempersiapkan mindset mereka sebelum berhadapan langsung dengan masyarakat.
“Saya agak nervous awalnya, tapi setelah mengikuti pelatihan, kepercayaan diri saya meningkat,” ujar Pratama, yang akan ditempatkan di Desa Lejembau, Kabupaten Konawe Utara. “Program kami di sana fokus pada pembangunan infrastruktur air bersih. Kami sudah belajar teknik survei lahan, perhitungan hidrolika dasar, dan cara berkomunikasi dengan masyarakat agar mereka merasa dilibatkan dalam proses pembangunan.”
Komitmen Unit Prestasi Mahasiswa terhadap kualitas program juga tercermin dari dukungan infrastruktur dan logistik yang disediakan. Setiap kelompok akan didampingi oleh seorang pembimbing lapangan yang merupakan dosen dengan keahlian relevan, dan akan didukung oleh fasilitas komunikasi, transportasi, serta akomodasi yang memadai.
Dampak dan Harapan Jangka Panjang
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Kendari, Drs. Ahmad Suryanto, M.M., menyatakan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Universitas Muhammadiyah Kendari dalam melaksanakan program KKN yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Program semacam ini sangat membantu dalam mempercepat pencapaian target pembangunan desa. Khususnya dalam hal pemberdayaan ekonomi lokal dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” kata Suryanto. “Kami berharap hasil dari program KKN ini dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan desa yang lebih tepat sasaran.”
Dari perspektif akademis, program ini juga memberikan nilai signifikan bagi pengembangan kurikulum dan metode pengajaran di Universitas Muhammadiyah Kendari. Dosen pembimbing akan mengumpulkan data dan pengalaman lapangan yang kemudian dijadikan studi kasus dalam pembelajaran di kelas.
Dr. Rina Wijaya, S.Pd., M.Pd., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, menjelaskan bahwa mahasiswa dari fakultasnya yang terlibat dalam program KKN akan menghasilkan laporan penelitian yang bisa dipublikasikan di jurnal akademik.
“Kami ingin menciptakan budaya penelitian aplikatif di kalangan mahasiswa, di mana mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga membawa perubahan nyata di masyarakat,” tutur Wijaya. “Program KKN adalah laboratorium sosial terbaik untuk hal ini.”
Mekanisme Monitoring dan Evaluasi
Unit Prestasi Mahasiswa telah merancang sistem monitoring dan evaluasi yang ketat untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai rencana. Setiap minggu, koordinator lapangan akan melaporkan perkembangan kegiatan kepada kepala unit. Evaluasi berkala juga dilakukan dengan melibatkan stakeholder lokal, yaitu kepala desa dan tokoh masyarakat.
Pada akhir program, akan diadakan seminar hasil KKN yang dihadiri oleh seluruh peserta, dosen pembimbing, pimpinan universitas, dan perwakilan masyarakat dari desa-desa mitra. Seminar ini tidak hanya berfungsi sebagai forum pelaporan hasil kerja, tetapi juga sebagai media refleksi dan pembelajaran bersama untuk merencanakan program-program pengabdian masyarakat di tahun-tahun mendatang.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap aktivitas KKN didokumentasikan dengan baik dan hasil-hasilnya dapat diakses oleh masyarakat luas, baik dalam bentuk laporan tertulis maupun konten multimedia,” jelas Nurhaliza. “Transparansi dan akuntabilitas adalah prinsip kami dalam melaksanakan program ini.”
Tantangan dan Optimisme
Meski antusias, Unit Prestasi Mahasiswa juga mengakui beberapa tantangan yang mungkin akan dihadapi. Tantangan geografis, seperti akses jalan yang terbatas di beberapa desa, menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai. Selain itu, adaptasi budaya dan penerimaan masyarakat lokal terhadap mahasiswa pendatang juga memerlukan perhatian khusus.
“Kami sudah mempersiapkan strategi untuk menghadapi tantangan tersebut,” kata Nurhaliza. “Misalnya, koordinasi awal dengan kepala desa untuk memfasilitasi perkenalan mahasiswa dengan masyarakat, pembentukan peer group lokal yang bisa membantu proses adaptasi, dan juga fleksibilitas dalam memodifikasi program jika diperlukan sesuai kondisi lapangan yang sebenarnya.”
Meski demikian, optimisme mendominasi suasana. Pengalaman dari program-program KKN tahun-tahun sebelumnya menunjukkan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi, dengan banyak program yang meninggalkan dampak positif berkelanjutan di masyarakat lokal. Bahkan, beberapa hasil KKN tahun lalu telah terus dikembangkan oleh masyarakat setempat secara mandiri.
Penutup
Peluncuran program KKN dan pengabdian masyarakat tahun 2026 oleh Universitas Muhammadiyah Kendari mencerminkan komitmen institusi dalam mewujudkan visinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Dengan melibatkan 300 lebih mahasiswa dan menyentuh 15 desa, program ini berpotensi memberikan dampak signifikan bagi pembangunan sosial-ekonomi di kawasan Kendari dan sekitarnya.
Seiring dengan bergulirnya program, harapannya adalah bahwa setiap intervensi yang dilakukan benar-benar resonan dengan kebutuhan masyarakat dan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup. Lebih dari itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengalami dan memahami realitas sosial Indonesia yang kompleks, sehingga mereka tumbuh menjadi pemimpin yang visioner dan peduli terhadap pembangunan bangsa.
Program KKN 2026 akan dimulai pada minggu ketiga April dan berlangsung hingga akhir Juni 2026. Masyarakat dan media lokal diundang untuk memantau perkembangan program ini secara langsung di berbagai desa lokasi pelaksanaan.
—
Penulis: Tim Redaksi Berita Kampus
Tanggal: 10 April 2026
Lokasi: Kendari, Sulawesi Tenggara